Jumat, 23 Oktober 2009

Tugas 1

Pengalaman yang paling mengesankan bagiku yaitu ketika aku mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMAN 4 Kota Sukabumi. Kegiatan MOS tersebut dilaksanakan di Paralakan Salak selama tiga hari. Tempat perkemahannya berada di atas danau yang dikelilingi pohon-pohon besar dan jauh dari rumah penduduk. Adapun beberapa rumah penduduk yang jaraknya berdekatan dengan tempat perkemahan, hanya sebatas berjualan makanan saja.
Pada hari pertama MOS, aku dan teman-temanku mulai memasang tenda perkemahan dan membereskan barang-barang yang kami bawa. Mulai dari peralatan masak, bahan-bahan makanan sampai peralatan pribadi, semuanya dibereskan.
Malam pun telah tiba, aku bergegas tidur bersama dengan teman-temanku di dalam tenda yang sempit dengan posisi tidur yang berlawanan agar tendanya cukup untuk tempat tidur. Udara malam sangat dingin dan hembusan angin membuat badan kami kedinginan. Tiba-tiba terdengar suara panitia MOS yang memanggil para peserta untuk segera keluar dari tendanya. Aku bergegas keluar tenda menuju tenda panitia untuk mendengarkan intruksi dari panitia tentang kegiatan apa yang akan dilaksanakan pada malam itu. Ternyata semua peserta MOS diintruksikan untuk mencari jejak. Aku sangat terkejut dan juga merasa takut karena harus berjalan mengelilingi daerah yang disekitarnya terdapat pohon-pohon besar dan rindang. Apalagi dengan adanya isu-isu mistis yang dilontarkan oleh teman-temanku, aku menjadi semakin takut. Setiap kelompok hanya diperbolehkan membawa dua buah lilin untuk penerangan. Jarak perjalanan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain harus berjauhan.
Kegiatan mencari jejak pun dimulai. Aku berada di kelompok enam. Setiap kelompok berjumlah sepuluh orang. Aku dan teman-teman sekelompokku mulai berjalan diantara pohon-pohon yang besar dan juga kegelapan malam. Malam pun samakin larut, aku tetap berjalan langkah demi langkah. Aku melihat ke sebelah kanan dan kiriku. Pandanganku melihat apa yang ada di sekelilingku. Suara anjing dan jangkrik turut mengiringi langkahku. Semakin lama semakin cepat aku melangkah, begitu pula teman-temanku.
Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat gulungan kain putih yang digantung di atas pohon. Dengan seketika badanku merinding, keringatku menjadi dingin. Aku pun mengisyaratkan kepada teman-temanku bahwa di tempat ini ada makhlik lain selain kita yaitu hantu. Seketika itu juga, temanku langsung memegang tanganku kuat-kuat dengan penuh ketakutan. Namun aku merasa heran, gulungan kain putih itu tidak bergerak sama sekali. Setelah beberapa menit kemudian, aku menjadi penasaran ingin melihat gulungan kain putih itu, apakah benar-benar hantu atau bukan. Lambat laun aku dan teman-temanku mulai mendekatinya. Ternyata setelah melihatnya dari dekat, gulungan kain putih itu bukan hantu, tetapi guling yang dibungkus kain putih yang sengaja dibuat panitia untuk menakut-nakuti para peserta MOS. Serentak kami langsung tertawa dan ketakutan pun hilang seketika.

1 komentar: