Rabu, 25 November 2009

RESKAWATI TIPS YANG PERTAMA HARI KE-3

Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Suatu hal yang mustahil jika dalam kehidupan ini tidak ada masalah. Banyak orang yang tidak menginginkan adanya masalah dalam hidupnya. Namun ketika kita semakin menjauhi masalah, maka masalah itu akan semakin mendekati kita. Kita harus bisa menghadapi masalah-masalah tersebut bukan malah lari dari masalah. Orang yang lari dari masalah tidak lebih dari seorang pengecut.
Masalah dalam kehidupan ini banyak sekali macamnya mulai dari yang termudah sampai yang tersulit. Contohnya masalah keluarga, keuangan, pergaulan bebas, pernikahan, percintaan, dan sebagainya. Semua itu merupakan masalah-masalah yang sering kita lihat bahkan kita pun pasti pernah mengalaminya. Dalam menghadapi berbagai permasalahan, kita harus bersabar dan tawakal kepada Allah. Tidak cukup hanya dengan itu saja, kita juga harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah itu.
Dalam memecahkan berbagai permasalahan kehidupan seseorang tidak terlepas dari pemahaman seseorang tentang kehidupan ini. Bagaimana dia memandang kehidupan ini. Dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup di dunia, dan mau kemana setelah meninggal. Seorang muslim yang beriman pasti akan menjawabnya dengan jawaban islam yaitu kita berasal dari Allah, hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah, dan akan kembali kepada Allah. Setiap muslim pasti akan mengetahui bahwa tujuan mereka hidup di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah dengan cara menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta mentaati hukum-hukum Allah.
Ketika menghadapi suatu masalah, seorang muslim yang beriman pasti akan mengembalikan semua permasalahannya kepada Allah. Dia akan selalu mengaitkan semua permasalahannya dan mencari pemecahannya dengan islam karena islam merupakan solusi yang diberikan Allah kepada manusia. Mulai dari masalah individu, keluarga, pergaulan, ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya semuanya telah diatur dalam islam. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu mengaitkan seluruh permasalahan hidup kita dengan islam bukan malah memisahkannya (sekuler). Hal ini dilakukan agar manusia dapat mengatasi masalahnya dengan jalan yang diridhoi Allah dan memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.

Selasa, 24 November 2009

RESKAWATI TIPS PERTAMA LANJUTAN HARI KE-2

Saya melihat sesuatu yang ganjil ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidatonya terkait dengan kasus Bank Century dan kasus pidana korupsi Bibit dan Chandra. Yang pertama mengenai kasus Bank Century. Beliau mengungkapkan bahwa dana yang dialirkan pemerintah ke Bank Century yang banyaknya kurang lebih 6.7 triliun rupiah adalah pinjaman dan Bank Century harus segera mengembalikannya. Tapi kemanakah sesungguhnya dana itu dialirkan? Apakah tepat sasaran ataukah tersangkut di tengah jalan? Sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti dari pejabat yang terkait dengan kasus itu. Yang kedua mengenai kasus Bibit dan Chandra terkait dengan tindakan korupsi. Secara garis besarnya SBY mengungkapkan bahwa kasus ini tidak perlu dibawa ke pengadilan karena akan menimbulkan pencitraan yang buruk dari masyarakat kepada kapolri, kejaksaan, dan KPK. Beliau menyarankan agar ketiga lembaga peradilan ini bisa bersatu dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain.
Dewasa ini, kita melihat bahwa peradilan di Indonesia tidak dapat ditegakkan, contohnya seperti kedua kasus di atas. Pemerintah tidak bisa memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Akibatnya, masalah ini jadi “menggantung”. Kita tidak dapat mengetahui mafia kasus dibalik kedua permasalahan ini.
Bank Century adalah salah satu Bank yang mengalami kebangkrutan akibat dari krisis ekonomi global. Untuk menyelamatkannya, pemerintah mengucurkan dana dengan jumlah yang terbilang sangat besar. Dalam pengucuran dana ini, terdapat tindak korupsi yang dilakukan oleh sebagian instansi yang terkait dengan Bank Century ini.
Itulah salah satu contoh kasus korupsi yang kian marak di Indonesia. Masih banyak kasus korupsi dari level terendah sampai level tertinggi yang telah terjadi di negeri kita. Namun demikian para koruptor itu bebas dari jeratan hukum. Mengapa demikian? Karena keadilan di Indonesia belum bisa terwujud. Keadilan masih hanya sebatas pembicaraan dari mulut ke mulut belum bisa terealisasikan secara utuh. Orang yang korupsi milyaran sampai triliunan rupiah bisa bebas dari jeratan hukum dengan menyuap para pejabat peradilan sedangkan orang yang hanya mencuri seekor ayam saja dihakimi massa sampai babak belur bahkan ada yang sampai meninggal. Astagfirullah. Dimanakah keadilan itu!
Keadilan zaman sekarang hanya untuk orang kaya dan bagi yang miskin jangan berharap untuk memperoleh keadilan. Namun kita jangan sampai putus harapan karena masih ada cara untuk menyelesaikan permasalahan ini yaitu ketika kita menerapkan hukum-hukum Allah bukan hukum buatan manusia. Keadilan hanya akan tercipta ketika manusia telah kembali kepada Allah (taat kepada perintah Allah) dan diterapkannya hukun-hukum islam.
Wallahu a’lam bi shawab

RESKAWATI TIPS YANG PERTAMA HARI KE-2

Pada hari minggu kemarin, saya dan teman saya pulang malam sehabis kuliah karena mengerjakan tugas. Ketika di mobil angkutan umum, ada dua orang wanita dan satu orang laki-laki naik angkot yang saya tumpangi. Semula saya mengira bahwa orang yang rambutnya pendek itu adalah laki-laki, tetapi ketika mendengar dia berbicara dengan kedua temannya yang perempuan, suaranya seperti perempuan. Saya kaget dan akhirnya sadar bahwa orang yang seperti laki-laki itu ternyata perempuan. Gaya perempuan itu sangat mirip dengan laki-laki pada umumnya. Mulai dari rambutnya yang pendek, bajunya, dan dandanannya mirip sekali dengan laki-laki. Gaya bicara perempuan itu bak seorang laki-laki yang macho dan kuat sehingga jika kita melihatnya dengan sepintas, kita tidak akan menyangka bahwa orang itu adalah perempuan.
Melihat fenomena ini, saya miris sekali. Di zaman sekarang ini banyak laki-laki yang menyerupai wanita maupun wanita yang menyerupai laki-laki. Ingatlah Allah akan melaknat perbuatan orang-orang yang seperti itu. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh budaya barat yang telah meracuni moral bangsa ini terutama di kalangan remaja.
Islam mengajarkan agar setiap laki-laki dan wanita mampu menerima kudratnya masing-masing bukannya malah ingin mengubah ketetapan yang telah Allah berikan kepadanya. Laki-laki dan perempuan mempunyai tugas masing-masing. Oleh karena itu seorang laki-laki jadilah laki-laki sejati dan seorang wanita jadilah wanita yang lemah lembut. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah, bahwasannya di sisi Allah, antara laki-laki dan wanita itu sama. Ingatlah yang membedakan derajat di sisi Allah adalah ketakwaannya.

RESKAWATI TIPS YANG PERTAMA HARI KE-1

Waktu adalah pedang. Itulah peribahasa yang pernah terdengar di telinga kita. Mengapa ada peribahasa seperti itu? Peribahasa ini tidak terlepas dari kehidupan manusia yang mana waktu itu bagaikan sebuah pedang. Jika waktu digunakan dengan sia-sia, maka waktu pula yang akan melibas kita seperti sebuah pedang yang menghunus leher kita. Waktu tidak dapat diundur walaupun hanya satu detik saja.

Saya teringat dengan ucapan seorang ulama terkemuka yang mengatakan bahwa jika beliau dapat membeli waktu dari orang-orang pengangguran, maka beliau akan membelinya berapa pun harganya karena beliau merasa waktu yang beliau punya tidak cukup untuk beramal sholeh, membaca buku-buku yang bermanfaat dan melaksanakan seluruh perintah Allah. Sungguh luar biasa pernyataan beliau ini. Di satu sisi banyak orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya tapi di sisi lain banyak orang yang merasa bahwa waktu yang dimilikinya masih sangat kurang untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Maksud ibadah di sini bukan dalam arti sempit yaitu hanya sebatas sholat, puasa, dan zakat saja, tetapi juga lebih merupakan makna ibadah dalam arti luas yaitu segala aktifitas yang dilakukan diniatkan hanya semata-mata ibadah kepada Allah.

Banyak orang yang belum bisa membagi waktu dengan baik contohnya saya sendiri. Saya selalu berleha-leha dalam melaksanakan tugas baik di rumah, kampus, maupun pengajian. Kadang-kadang saya selalu mengulur-ulurkan waktu untuk mengerjakan tugas sehingga suka keteteran. Akibatnya, hasil yang didapat pun kurang memuaskan karena saya tidak berusaha secara optimal. Saya mencoba untuk berubah. Saya yakin ketika kita mau berusaha, pasti Allah akan memberi jalan keluar.

Sabtu, 21 November 2009

TUGAS UTS TPKI (menganalisis makalah)

GERAKAN PEMURNIAN WAHABI

MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB

(1115-1206H/1701-1793M)

  1. Dilihat dari sisi isi

Dilihat dari sisi isi, makalah ini sudah sangat jelas menggambarkan tentang Gerakan Pemurnian Wahabi yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Hal terpenting yang harus kita pahami bahwasannya gerakan wahabi merupakan gerakan yang bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran islam yang pada saat itu telah terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap ajaran islam terutama dalam aspek akidah. Akidah merupakan hal yang paling mendasar pada suatu agama. Jika akidah seseorang rusak, maka rusaklah pula seluruh amalya. Sebaliknya, jika akidah seseorang dapat dipelihara, maka seluruh amal yang dikerjakannya tidak akan sia-sia.

Isi makalah ini sudah sangat relevan dan sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan tentang merajalelanya bid’ah dan khurafat di kalangan umat islam dan membuat sebagian umat buta terhadap ajaran-ajaran islam yang asli. Dalam situasi inilah, tampil seorang pembaharu islam yaitu Ibnu Taimiyah yang menyeru kepada umat islam agar kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dan memahamikedua sumber islam itu dengan landasan ijtihad.

Makalah ini berusaha untuk menggambarkan sedetail mungkin arah gerakan wahabi, Pemikiran-pemkirannya serta dampak terhadap kehidupan manusia. Gerakan Wahabi ini terlalu anti-rasionalisme sehingga semboyan ijtihad yang dikumandangkan tidak begitu efektif karena tidak diberikannya temoat yang wajar bagi intelektualisme. Akan tetap, keberhasilan gerakan wahabi dalam membabat bid’ah, khurafat, dan takhyul telah menunjukkan bahwa gerakan wahabi telah memberikan perubahan yang mengesankan bagi dunia islam.

  1. Dilihat dari sisi tulisan

A.Pendahuluan

- Dalam paragraf satu baris kesatu terdapat penulisan kata Nabi s.a.w., seharusnya Nabi saw karena dalam penulisan singkatan tidakmenggunakan tanda titik.

- Dalam paragraf satu baris kelima terdapat tanda koma antara kata sufisme dan yang (sufisme,yang) seharusnya tidak perlu memakai koma (sufisme yang) karena kalimat tersebut masih dalam satu kesatuan.

- Dalam paragraf dua baris ketiga terdapat kata bapak tajdid seharusnya Bapak Tajdid karena dalam penulisan gelar harus diawali dengan huruf kapital.

- Dalam paragraf tiga baris kelima terdapat kata dipraktekkan seharusnya dipraktikkan karena dalampenulisan karangan ilimiah harus menggunakan kata baku

- Dalam paragraf empat baris pertama terdapat tanda penghubung (-) pada kata benang-merah seharusnya tidak menggunakan tanda penghubung (benang merah) karena kata ini bukan termasuk kata ulang.

B.Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab

- Dalam poin dua paragraf kedua baris kedua terdapat kata jawatan seharusnya jabatan.

- Dalam poin tiga terdapat kesalahan dalam penulisan kata yaitu kata hairan seharusnya heran karena dalam penulisan karangan ilmiah harus menggunakan kata baku.

- Dalam poin tiga, paragraf dua, tiga, dan empat seharusnya digabungkan karena antara isi dari tiap paragraf saling berkaitan satu sama lain yang meliputi kalimat topik yang terdapat pada paragraf kedua dan kalimat pengembangnya terdapat pada paragraf tiga dan empat.

- Pada poin keempat terdapat beberapa kesalahan dalam segi tulisan. Contohnya:

a. Pada paragraf keempat baris ketiga terdapat kata mahupun seharusnya maupun.

b. Pada paragraf keenam baris ketiga terdapat tulisan ke 7 Hijriyah seharusnya ke-tujuh Hijriyah karena termasuk bilangan tingkat.

C.Gerakan Pemurnian Wahabi

- Pada poin satu terdapat kesalahan, contohnya:

a. Kata pemikran seharusnya pemikiran

b. Pada paragraf kesatu baris keenam terdapat kalimat ajaran-ajaran tarekat-tarekat seharusnya ajaran-ajaran tarekat karena sudah menunjukkan makna banyak.

- Pada poin ketiga terdapat kesalahan, diantaranya:

a. Paragraf satu baris kelima belas terdapat kata bahwasanya seharusnya bahwasannya.

b. Kata palingvalid seharusnya dipisahkan menjadi paling valid.

c. Dalam paragraf kedua baris kedelapan belas terdapat kalimat di sekitarnya, dan memasukan seharusnya tidak memakai tanda koma menjadi di sekitarnya dan memasukan.

D.Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab

- Paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat paling dasar seharusnya paling mendasar.

- Paragraf dua nomor tiga, sebagai pengantara seharusnya sebagai pelantara.

- Paragraf dua nomor enam terdapat kata Qias seharusnya Qiyas.

E.Dampak Gerakan pemurnian Wahabi

- Pada paragraf kedua baris keempat terdapat kalimat di Mesir, supaya seharusnya tidak memakai tanda koma menjadi di Mesir supaya karena supaya merupakan kata penghubung.

- Pada paragraf empat baris kedua terdapat kata ternayat seharusnya ternyata.

- Paragraf tiga baris ketiga terdapat kalimat islam sebagai yang dianut seharusnya islam yang dianut.

F. Penutup

- Pada baris ketiga belas terdapat kata kelewat jauh seharusnya terlewat jauh.

- Kata wa Allahu a’lamu bi al-sawab seharusnya wallahu a’lam bi shawab

  1. Dilihat dari sisi penuturan

A.Pendahuluan

- Dalam paragraf kesatu baris ketiga terdapat penulisan kelompok-kelompok khawarij seharusnya kelompok khawarij karena dalam kata kelompok ini sudah menunjukkan makna banyak

- Dalam paragraf kesatu baris keempat terdapat kata Dan. Kata ini seharusnya dihilangkan karena tidak ada kata penghubung di awal kalimat.

- Dalam paragraf keenam baris pertama terdapat kalimat dalam pada itu seharusnya selain itu karena pemborosan kata.

B.Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab

- Pada poin tiga terdapat kesalahan dalam penuturan, contohnya pada bagian tiga paragraf keempat terdapat kata berjaya seharusnya berhasil.

- Pada poin empat terdapat kesalahan, diantaranya:

a. Kemudian berpindah pula ke Madinah seharusnya kemudian pindah ke Madinah

b. Kedua-dua ulama tersebut seharusnya kedua ulama tersebut

c. Pada paragraf empat baris ketiga terdapat kalimat yang mana hal ini sama sekali tidak dibenarkan oleh agama islam seharusnya tidak dibenarkan oleh agama islam.

C.Gerakan Pemurnian Wahabi

- Pada poin sati terdapat beberapa kesalahan diantaranya:

a. Kalimat hal mana sebenarnya seharusnya yang sebenarnya

b. Paragraf enam baris kelima terdapat kalimat paling utama sekali seharusnya paling utama karena sudah menunjukkan makna paling

- Pada poin dua paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat masyarakat negeri itu semua lelaki dan wanita seharusnya semua masyarakat negeri itu baik lelaki maupun wanita

- Pada paragraf ketiga baris ketujuh terdapat kalimat ulama negeri ini, sebagian besar seharusnya sebagian besar ulama negeri ini.

D.Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab

- Pada paragraf pertama baris kedelapan terdapat kalimat yang disebut terakhir seharusnya yang disebutkan terakhir

- Pada paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat soal tauhid memang merupakan seharusnya tauhid merupakan karena pemborosan kata.

- Pada paragraf kedua nomor delapan terdapat kalimat Demikian pula menafsirkan Al-Quran dengan ta’wil seharusnya Al-Quran menafsirkan dengan takwil.

- Pada paragraf kelima nomor tiga terdapat kalimat pintu ijtihad terbuka dan tidak tertutup seharusnya pintu ijtihad terbuka karena kalimat ini sudah memiliki makna tidak tertutup, jadi kalimat tidak tertutup tidak perlu ditulis kembali.

E.Dampak Gerakan Pemurnian Wahabi

- Pada paragraf satu baris keenam terdapat kata sama sekali. Kata tersebut seharusnya dihilangkan karena pemborosan kata.

F.Penutup

- Pada baris keempat belas terdapat kata lantaran seharusnya karena.

Sabtu, 14 November 2009

Tugas 2

Kiamat Tahun 2012, Benarkah!

Banyaknya media massa yang memberitakan akan datangnya hari kiamat pda tahun 2012 sangat menggegerkan dan mengagetkan sebagian besar masyarakat dunia. Pasalnya berita ini datang secara tiba-tiba dan langsung disebarluaskan melalui berbagai media massa. Berita ini didasarkan pada ramalan-ramalan serta berbagai fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Sebagian masyarakat dunia ada yang percaya dengan berita itu dan ada pula yang tidak percaya bahkan mungkin tidak memberikan respon apapun.
Sebagian masyarakat yang percaya dengan berita itu beralasan bahwa memang sekarang ini telah banyak tanda-tanda yang menunjukkan akan datangnya hari kiamat. Dimulai ketika bencana tsunami di Aceh yang berkekuatan 9,0 Skala Richter sampai pada berita yang baru-baru ini ramai diperbincangkan yaitu adanya awan di langit yang membentuk sepasang mata yang terlihat sangat marah ketika terjadi gempa di Sumatera Barat. Belum lagi pembunuhan yang semakin merajalela, perzinaan, perjudian, korupsi dan masih banyak lagi kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia dewasa ini sedangkan masyarakat yang tidak percaya dengan berita itu beralasan bahwa segala musibah yang terjadi belakangan ini adalah fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan kekuasaan Allah. Lagipula dulu pernah diberitakan akan terjadi kiamat pada tanggal 9, bulan 9 (September), tahun 1999, tetapi ternyata hanya isu belaka.
Menyikapi hal tersebut, kita sebagai seorang muslim hendaknya mengetahui bahwa pokok masalah di atas adalah bukan soal percaya atau tidak percaya dengan berita yang mengabarkan akan adanya kiamat pada tahun 2012 itu, tetapi yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat itu yaitu dengan bekal amal yang soleh dan senantiasa beribadah kepada Allah. Kita meyakini bahwa hari kiamat itu pasti datang. Entah tahun depan, bulan depan, bulan ini, hari esok, bahkan hari ini, tidak pernah ada yang tau kapan hari yang sangat dahsyat itu akan terjadi. Hal itu diluar jangkauan akal manusia. Hanya Allah-Lah yang mengetahui datangnya kiamat itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dijelaskan bahwa ada lima masa peradaban dalam kehidupan manusia yaitu masa kenabian, masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian, masa kekuasaan para raja yang menggigit, masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dan terahir masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian.
Kita lihat fenomena yang terjadi sekarang ini. Peradaban manusia sedang berada pada masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dimana kehidupan manusia telah dihancurkan oleh para penguasa yang dzalim terhadap rakyatnya. Dalam hadits di atas sudah jelas bahwa tidak akan datang hari kiamat sebelum islam muncul kembali ke permukaan bumi yaitu ketika adanya khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam harus meyakini akan janji Allah yang akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Mukmin ayat 51 yang artinya:
"Sesungguhnya kami benar-benar akan memenangkan rosul-rosul kami dan orang-orang yang beriman, dalam kehidupan di dunia dan pada hari berdiri para saksi (untuk memberi kesaksian, yakni hari kiamat)."
Dengan adanya ayat ini bukan berarti kita bisa berleha-leha karena berfikir bahwa hari kiamat itu masih jauh. Sekali lagi saya tegaskan bahwa akal manusia itu terbatas untuk mengetahui sesuatu yang ghaib, seperti halnya hari kiamat. Namun kita pun harus meyakini dengan janji Allah yang terdapat dalam ayat di atas dimana Allah akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dengan cahaya islam.
Hal yang harus kita lakukan sekarang adalah senatiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, saling mengingatkan antar sesama, memperbanyak amal soleh, memelihara akidah dengan cara mengikuti kajian-kajian keislaman, dan mendakwahkan islam baik kepada para penguasa maupun masyarakat umum.

Sabtu, 07 November 2009

Tugas 2

Liberalisasi Pendidikan di Indonesia

Liberalisasi kini telah berpengaruh di berbagai negara di dunia khususnya di Indonesia. Liberalisasi telah diterapkan di berbagai sektor, mulai dari liberalisasi Sumber Daya Alam (SDA), minyak dan gas alam, BUMN, bahkan pendidikan pun telah ikut menjadi korban liberalisasi. Dalam tulisan ini akan lebih ditekankan pada liberalisasi pendidikan yang mana telah memberikan dampak negatif khususnya bagi masyarakat pelajar.
Kita ingat bahwa yang dimaksud dengan liberalisasi pendidikan adalah memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada swasta atau pihak asing untuk turut campur dalam sistem pendidikan. Adanya liberalisasi pendidikan di Indonesia ditandi dengan dikeluarkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP). Dikeluarkannya UU BHP ini tidak terlepas dari campur tangan asing yang ingin menguasai sistem pendidikan di Indonesia. Peran negara semakin kecil karena negara memberikan keleluasaan dan kebebasan seutuhnya kepada swasta/pihak asing. Negara hanya bertugas sebagai pengawas dan pengontrol jalannya pendidikan.
Akibat dari liberalisasi pendidikan ini adalah semakin mahalnya biaya pendidikan. Harga-harga buku pelajaran pun semakin mahal. Hanya orang-orang yang mempunyai uanglah yang bisa sekolah. Apalagi di daerah-daerah terpencil, anak-anak tidak bisa melanjutkan sekolah karena biaya sekolah yang semakin tinggi. Meskipun ada program sekolah gratis dari pemerintah, namun pada kenyataannya hanya segelintir orang yang dapat merasakannya. Seolah hanya orang kayalah uang berhak memperoleh pendidikan sedangkan yang miskin tidak ada hak untuk sekolah (memperoleh pendidikan).
Dalam islam pendidikan merupakan kebutuhan hidup orang banyak dan negara wajib menjamin seluruh rakyatnya untuk memperoleh pendidikan baik yang kaya maupun yang miskin. Negara bertugas mengatur dan melaksanakan sistem pendidikan sehingga setiap rakyat khususnya pelajar, semuanya busa mendapatkan pendidikan yang sama tanpa terkecuali. Oleh karena itu, islam telah melarang jika pendidikan itu diliberalisasikan karena hal itu hanya akan menguntungkan pihak swasta/asing dalam mengatur sistem pendidikan di Indonesia sehingga pendidkan hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang saja.