GERAKAN PEMURNIAN WAHABI
MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB
(1115-1206H/1701-1793M)
- Dilihat dari sisi isi
Dilihat dari sisi isi, makalah ini sudah sangat jelas menggambarkan tentang Gerakan Pemurnian Wahabi yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Hal terpenting yang harus kita pahami bahwasannya gerakan wahabi merupakan gerakan yang bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran islam yang pada saat itu telah terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap ajaran islam terutama dalam aspek akidah. Akidah merupakan hal yang paling mendasar pada suatu agama. Jika akidah seseorang rusak, maka rusaklah pula seluruh amalya. Sebaliknya, jika akidah seseorang dapat dipelihara, maka seluruh amal yang dikerjakannya tidak akan sia-sia.
Isi makalah ini sudah sangat relevan dan sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan tentang merajalelanya bid’ah dan khurafat di kalangan umat islam dan membuat sebagian umat buta terhadap ajaran-ajaran islam yang asli. Dalam situasi inilah, tampil seorang pembaharu islam yaitu Ibnu Taimiyah yang menyeru kepada umat islam agar kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dan memahamikedua sumber islam itu dengan landasan ijtihad.
Makalah ini berusaha untuk menggambarkan sedetail mungkin arah gerakan wahabi, Pemikiran-pemkirannya serta dampak terhadap kehidupan manusia. Gerakan Wahabi ini terlalu anti-rasionalisme sehingga semboyan ijtihad yang dikumandangkan tidak begitu efektif karena tidak diberikannya temoat yang wajar bagi intelektualisme. Akan tetap, keberhasilan gerakan wahabi dalam membabat bid’ah, khurafat, dan takhyul telah menunjukkan bahwa gerakan wahabi telah memberikan perubahan yang mengesankan bagi dunia islam.
- Dilihat dari sisi tulisan
A.Pendahuluan
- Dalam paragraf satu baris kesatu terdapat penulisan kata Nabi s.a.w., seharusnya Nabi saw karena dalam penulisan singkatan tidakmenggunakan tanda titik.
- Dalam paragraf satu baris kelima terdapat tanda koma antara kata sufisme dan yang (sufisme,yang) seharusnya tidak perlu memakai koma (sufisme yang) karena kalimat tersebut masih dalam satu kesatuan.
- Dalam paragraf dua baris ketiga terdapat kata bapak tajdid seharusnya Bapak Tajdid karena dalam penulisan gelar harus diawali dengan huruf kapital.
- Dalam paragraf tiga baris kelima terdapat kata dipraktekkan seharusnya dipraktikkan karena dalampenulisan karangan ilimiah harus menggunakan kata baku
- Dalam paragraf empat baris pertama terdapat tanda penghubung (-) pada kata benang-merah seharusnya tidak menggunakan tanda penghubung (benang merah) karena kata ini bukan termasuk kata ulang.
B.Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab
- Dalam poin dua paragraf kedua baris kedua terdapat kata jawatan seharusnya jabatan.
- Dalam poin tiga terdapat kesalahan dalam penulisan kata yaitu kata hairan seharusnya heran karena dalam penulisan karangan ilmiah harus menggunakan kata baku.
- Dalam poin tiga, paragraf dua, tiga, dan empat seharusnya digabungkan karena antara isi dari tiap paragraf saling berkaitan satu sama lain yang meliputi kalimat topik yang terdapat pada paragraf kedua dan kalimat pengembangnya terdapat pada paragraf tiga dan empat.
- Pada poin keempat terdapat beberapa kesalahan dalam segi tulisan. Contohnya:
a. Pada paragraf keempat baris ketiga terdapat kata mahupun seharusnya maupun.
b. Pada paragraf keenam baris ketiga terdapat tulisan ke 7 Hijriyah seharusnya ke-tujuh Hijriyah karena termasuk bilangan tingkat.
C.Gerakan Pemurnian Wahabi
- Pada poin satu terdapat kesalahan, contohnya:
a. Kata pemikran seharusnya pemikiran
b. Pada paragraf kesatu baris keenam terdapat kalimat ajaran-ajaran tarekat-tarekat seharusnya ajaran-ajaran tarekat karena sudah menunjukkan makna banyak.
- Pada poin ketiga terdapat kesalahan, diantaranya:
a. Paragraf satu baris kelima belas terdapat kata bahwasanya seharusnya bahwasannya.
b. Kata palingvalid seharusnya dipisahkan menjadi paling valid.
c. Dalam paragraf kedua baris kedelapan belas terdapat kalimat di sekitarnya, dan memasukan seharusnya tidak memakai tanda koma menjadi di sekitarnya dan memasukan.
D.Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab
- Paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat paling dasar seharusnya paling mendasar.
- Paragraf dua nomor tiga, sebagai pengantara seharusnya sebagai pelantara.
- Paragraf dua nomor enam terdapat kata Qias seharusnya Qiyas.
E.Dampak Gerakan pemurnian Wahabi
- Pada paragraf kedua baris keempat terdapat kalimat di Mesir, supaya seharusnya tidak memakai tanda koma menjadi di Mesir supaya karena supaya merupakan kata penghubung.
- Pada paragraf empat baris kedua terdapat kata ternayat seharusnya ternyata.
- Paragraf tiga baris ketiga terdapat kalimat islam sebagai yang dianut seharusnya islam yang dianut.
F. Penutup
- Pada baris ketiga belas terdapat kata kelewat jauh seharusnya terlewat jauh.
- Kata wa Allahu a’lamu bi al-sawab seharusnya wallahu a’lam bi shawab
- Dilihat dari sisi penuturan
A.Pendahuluan
- Dalam paragraf kesatu baris ketiga terdapat penulisan kelompok-kelompok khawarij seharusnya kelompok khawarij karena dalam kata kelompok ini sudah menunjukkan makna banyak
- Dalam paragraf kesatu baris keempat terdapat kata Dan. Kata ini seharusnya dihilangkan karena tidak ada kata penghubung di awal kalimat.
- Dalam paragraf keenam baris pertama terdapat kalimat dalam pada itu seharusnya selain itu karena pemborosan kata.
B.Biografi Muhammad bin Abdul Wahhab
- Pada poin tiga terdapat kesalahan dalam penuturan, contohnya pada bagian tiga paragraf keempat terdapat kata berjaya seharusnya berhasil.
- Pada poin empat terdapat kesalahan, diantaranya:
a. Kemudian berpindah pula ke Madinah seharusnya kemudian pindah ke Madinah
b. Kedua-dua ulama tersebut seharusnya kedua ulama tersebut
c. Pada paragraf empat baris ketiga terdapat kalimat yang mana hal ini sama sekali tidak dibenarkan oleh agama islam seharusnya tidak dibenarkan oleh agama islam.
C.Gerakan Pemurnian Wahabi
- Pada poin sati terdapat beberapa kesalahan diantaranya:
a. Kalimat hal mana sebenarnya seharusnya yang sebenarnya
b. Paragraf enam baris kelima terdapat kalimat paling utama sekali seharusnya paling utama karena sudah menunjukkan makna paling
- Pada poin dua paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat masyarakat negeri itu semua lelaki dan wanita seharusnya semua masyarakat negeri itu baik lelaki maupun wanita
- Pada paragraf ketiga baris ketujuh terdapat kalimat ulama negeri ini, sebagian besar seharusnya sebagian besar ulama negeri ini.
D.Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab
- Pada paragraf pertama baris kedelapan terdapat kalimat yang disebut terakhir seharusnya yang disebutkan terakhir
- Pada paragraf kedua baris kesatu terdapat kalimat soal tauhid memang merupakan seharusnya tauhid merupakan karena pemborosan kata.
- Pada paragraf kedua nomor delapan terdapat kalimat Demikian pula menafsirkan Al-Quran dengan ta’wil seharusnya Al-Quran menafsirkan dengan takwil.
- Pada paragraf kelima nomor tiga terdapat kalimat pintu ijtihad terbuka dan tidak tertutup seharusnya pintu ijtihad terbuka karena kalimat ini sudah memiliki makna tidak tertutup, jadi kalimat tidak tertutup tidak perlu ditulis kembali.
E.Dampak Gerakan Pemurnian Wahabi
- Pada paragraf satu baris keenam terdapat kata sama sekali. Kata tersebut seharusnya dihilangkan karena pemborosan kata.
F.Penutup
- Pada baris keempat belas terdapat kata lantaran seharusnya karena.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar