Kiamat Tahun 2012, Benarkah!
Banyaknya media massa yang memberitakan akan datangnya hari kiamat pda tahun 2012 sangat menggegerkan dan mengagetkan sebagian besar masyarakat dunia. Pasalnya berita ini datang secara tiba-tiba dan langsung disebarluaskan melalui berbagai media massa. Berita ini didasarkan pada ramalan-ramalan serta berbagai fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Sebagian masyarakat dunia ada yang percaya dengan berita itu dan ada pula yang tidak percaya bahkan mungkin tidak memberikan respon apapun.
Sebagian masyarakat yang percaya dengan berita itu beralasan bahwa memang sekarang ini telah banyak tanda-tanda yang menunjukkan akan datangnya hari kiamat. Dimulai ketika bencana tsunami di Aceh yang berkekuatan 9,0 Skala Richter sampai pada berita yang baru-baru ini ramai diperbincangkan yaitu adanya awan di langit yang membentuk sepasang mata yang terlihat sangat marah ketika terjadi gempa di Sumatera Barat. Belum lagi pembunuhan yang semakin merajalela, perzinaan, perjudian, korupsi dan masih banyak lagi kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia dewasa ini sedangkan masyarakat yang tidak percaya dengan berita itu beralasan bahwa segala musibah yang terjadi belakangan ini adalah fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan kekuasaan Allah. Lagipula dulu pernah diberitakan akan terjadi kiamat pada tanggal 9, bulan 9 (September), tahun 1999, tetapi ternyata hanya isu belaka.
Menyikapi hal tersebut, kita sebagai seorang muslim hendaknya mengetahui bahwa pokok masalah di atas adalah bukan soal percaya atau tidak percaya dengan berita yang mengabarkan akan adanya kiamat pada tahun 2012 itu, tetapi yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat itu yaitu dengan bekal amal yang soleh dan senantiasa beribadah kepada Allah. Kita meyakini bahwa hari kiamat itu pasti datang. Entah tahun depan, bulan depan, bulan ini, hari esok, bahkan hari ini, tidak pernah ada yang tau kapan hari yang sangat dahsyat itu akan terjadi. Hal itu diluar jangkauan akal manusia. Hanya Allah-Lah yang mengetahui datangnya kiamat itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dijelaskan bahwa ada lima masa peradaban dalam kehidupan manusia yaitu masa kenabian, masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian, masa kekuasaan para raja yang menggigit, masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dan terahir masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian.
Kita lihat fenomena yang terjadi sekarang ini. Peradaban manusia sedang berada pada masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dimana kehidupan manusia telah dihancurkan oleh para penguasa yang dzalim terhadap rakyatnya. Dalam hadits di atas sudah jelas bahwa tidak akan datang hari kiamat sebelum islam muncul kembali ke permukaan bumi yaitu ketika adanya khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam harus meyakini akan janji Allah yang akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Mukmin ayat 51 yang artinya:
"Sesungguhnya kami benar-benar akan memenangkan rosul-rosul kami dan orang-orang yang beriman, dalam kehidupan di dunia dan pada hari berdiri para saksi (untuk memberi kesaksian, yakni hari kiamat)."
Dengan adanya ayat ini bukan berarti kita bisa berleha-leha karena berfikir bahwa hari kiamat itu masih jauh. Sekali lagi saya tegaskan bahwa akal manusia itu terbatas untuk mengetahui sesuatu yang ghaib, seperti halnya hari kiamat. Namun kita pun harus meyakini dengan janji Allah yang terdapat dalam ayat di atas dimana Allah akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dengan cahaya islam.
Hal yang harus kita lakukan sekarang adalah senatiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, saling mengingatkan antar sesama, memperbanyak amal soleh, memelihara akidah dengan cara mengikuti kajian-kajian keislaman, dan mendakwahkan islam baik kepada para penguasa maupun masyarakat umum.
Banyaknya media massa yang memberitakan akan datangnya hari kiamat pda tahun 2012 sangat menggegerkan dan mengagetkan sebagian besar masyarakat dunia. Pasalnya berita ini datang secara tiba-tiba dan langsung disebarluaskan melalui berbagai media massa. Berita ini didasarkan pada ramalan-ramalan serta berbagai fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Sebagian masyarakat dunia ada yang percaya dengan berita itu dan ada pula yang tidak percaya bahkan mungkin tidak memberikan respon apapun.
Sebagian masyarakat yang percaya dengan berita itu beralasan bahwa memang sekarang ini telah banyak tanda-tanda yang menunjukkan akan datangnya hari kiamat. Dimulai ketika bencana tsunami di Aceh yang berkekuatan 9,0 Skala Richter sampai pada berita yang baru-baru ini ramai diperbincangkan yaitu adanya awan di langit yang membentuk sepasang mata yang terlihat sangat marah ketika terjadi gempa di Sumatera Barat. Belum lagi pembunuhan yang semakin merajalela, perzinaan, perjudian, korupsi dan masih banyak lagi kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia dewasa ini sedangkan masyarakat yang tidak percaya dengan berita itu beralasan bahwa segala musibah yang terjadi belakangan ini adalah fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan kekuasaan Allah. Lagipula dulu pernah diberitakan akan terjadi kiamat pada tanggal 9, bulan 9 (September), tahun 1999, tetapi ternyata hanya isu belaka.
Menyikapi hal tersebut, kita sebagai seorang muslim hendaknya mengetahui bahwa pokok masalah di atas adalah bukan soal percaya atau tidak percaya dengan berita yang mengabarkan akan adanya kiamat pada tahun 2012 itu, tetapi yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat itu yaitu dengan bekal amal yang soleh dan senantiasa beribadah kepada Allah. Kita meyakini bahwa hari kiamat itu pasti datang. Entah tahun depan, bulan depan, bulan ini, hari esok, bahkan hari ini, tidak pernah ada yang tau kapan hari yang sangat dahsyat itu akan terjadi. Hal itu diluar jangkauan akal manusia. Hanya Allah-Lah yang mengetahui datangnya kiamat itu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dijelaskan bahwa ada lima masa peradaban dalam kehidupan manusia yaitu masa kenabian, masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian, masa kekuasaan para raja yang menggigit, masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dan terahir masa khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian.
Kita lihat fenomena yang terjadi sekarang ini. Peradaban manusia sedang berada pada masa pemerintahan yang dzalim dan diktator, dimana kehidupan manusia telah dihancurkan oleh para penguasa yang dzalim terhadap rakyatnya. Dalam hadits di atas sudah jelas bahwa tidak akan datang hari kiamat sebelum islam muncul kembali ke permukaan bumi yaitu ketika adanya khilafah yang berdiri di atas manhaj kenabian. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam harus meyakini akan janji Allah yang akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Mukmin ayat 51 yang artinya:
"Sesungguhnya kami benar-benar akan memenangkan rosul-rosul kami dan orang-orang yang beriman, dalam kehidupan di dunia dan pada hari berdiri para saksi (untuk memberi kesaksian, yakni hari kiamat)."
Dengan adanya ayat ini bukan berarti kita bisa berleha-leha karena berfikir bahwa hari kiamat itu masih jauh. Sekali lagi saya tegaskan bahwa akal manusia itu terbatas untuk mengetahui sesuatu yang ghaib, seperti halnya hari kiamat. Namun kita pun harus meyakini dengan janji Allah yang terdapat dalam ayat di atas dimana Allah akan memberikan kemenangan kepada kaum muslimin dengan cahaya islam.
Hal yang harus kita lakukan sekarang adalah senatiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, saling mengingatkan antar sesama, memperbanyak amal soleh, memelihara akidah dengan cara mengikuti kajian-kajian keislaman, dan mendakwahkan islam baik kepada para penguasa maupun masyarakat umum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar